Bedanya Nutrisi dan Kalori

10 September 2021 14:36:54

Sebagai seorang ahli nutrisi, Dr. Hans lebih mengedepankan masalah nutrisi, sebab banyak misinformasi yang tersebar luas di kalangan masyarakat tentang nutrisi, terutama di media sosial. Dia berpendapat bahwa diet yang baik bukan hanya diet yang rendah kalori saja.

Pasalnya, banyak orang masih beranggapan bahwa banyak penyakit dan pengurangan berat badan dapat diselesaikan dengan mengurangi makanan berkalori. Padahal, kita harus tahu apa yang kita butuhkan untuk mendapat nutrisi seimbang.

Nutrisi apa saja yang kita butuhkan?

Nurisi makro, atau nutrisi yang kita butuhkan dalam jumlah yang cukup besar misalnya:

  • Asam amino dalam protein.
  • Asam lemak esensial adalah jenis makronutrisi yang penting dan baik untuk kesehatan. Tidak semua lemak itu buruk. Lemak dari gorengan dengan alpukat tentu berbeda. Saturated fat atau lemak jenuh bukanlah lemak yang jahat. Bahkan sebenarnya tubuh kita membutuhkan lemak jenuh. Jenis lemak yang jahat adalah lemak trans atau lemak yang terhidrogenisasi.
  • Karbohidrat juga tidak semuanya jahat, karena karbohidrat dapat juga didapat dari sayur dan buah.
  • Air termasuk makronutriens walaupun tidak memiliki banyak nutrisi.

Selanjutnya, Dr. Hans mengingatkan kembali tentang Antioksidan yang adalah mikronutrisi dan fitonutrisi. Antioksidan sering kali tidak terlalu diperhatikan, padahal cukup esensial untuk tubuh. Beberapa jenis antioksidan yang Dr. Hans sarankan adalah:

  • Kolostrum yang berasal dari air susu mamalia pada tahap awal, termasuk manusia. Komponennya berbeda dari susu biasa. Kolostrum mengandung antibodi IgA, IgG, IgM, Laktoferin, lemak jenuh, dan protein. Kolostrum juga kaya akan Immunoglobulin G yang sangat baik bagi pencernaan, dimana 70% dari imunitas berasal. Berbagai manfaat lain dari kolostrum selain memperbaiki imunitas tubuh adalah:
    1. Membantu pemulihan,
    2. Meningkatkan performa atletik,
    3. Alternatif bagi pengobatan steroid seperti prednizone, cortizon, dll.
    4. Menurunkan resistensi antibiotik dan memperbaiki pencernaan buruk akibat seringnya mengonsumsi antibiotik.
    5. Meredakan gejala alergi dan asthma.
  • Glutathione atau L-Glutathione yang merupakan konsentrat dari Glutathione adalah antioksidan terbesar dalam tubuh kita dan termasuk paling penting, karena kontribusinya terhadap imunitas dengan cara menurunkan stres oksidatif seperti yang terjadi pada saat badai sitokin/cytokine storm. Jenis antioksidan alami yang banyak diproduksi oleh hati ini juga menjaga antioksidan dari luar (vitamin yang kita konsumsi) dan membantu proses detoksifikasi tahap tiga. Glutathione bias didapatkan dari milk thistle, selenium, dan sayur-sayuran berjenis criciferous seperti kubis, brokoli, bok choy, lobak, kale, kembang kol, sawi hijau,
  • Vitamin D yang bisa didapatkan dari salmon, sarden, kuning telur dan cahaya matahari.
  • Vitamin C dari kiwi, berry, lemon dan sayuran hijau.
  • Zinc & Selenium dari daging (yang juga mengandung lemak jenuh.)

Banyak orang beranggapan bahwa mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral dapat dilakukan dengan selembar selada dan timun saja, padahal sebenarnya kita butuh 7-10 cup sayur tiap hari, lho. Untuk memenuhi kebutuhan harian kalium atau potassium saja sekitar 4700mg. Bisa dibayangkan berapa banyak sayur yang diperlukan untuk mencapainya.

Karena itu, tanpa disadari banyak dari kita yang sebenarnya perlu cek ke dokter dan konsumsi suplemen. Semakin bertambahnya usia dan kesibukan, pasti sulit untuk menyeimbangkan keempat pilar tadi.

Jadi, ingatlah untuk tidak memercayai hoax yang beredar ataupun puas dengan perasaan sehat saja. “Masalahnya kesehatan itu tidak bisa pakai perasaan,” kata Dr. Hans, “seringkali kesehatan baru terasa berharga saat kita sudah kehilangannya.”

Live Your Best Live!

Harap tunggu Sebentar...